BIOGRAFI SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDIL WAHAB AT-TAMIMI

yukuykukuk

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Mengenal Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Attamimiyy Lebih Dekat

 

 

Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar nama Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Attamimiyy. Banyak orang memuja namanya karena keilmuan dan jasanya sebagai mujaddid di dalam agama Islam. Akan tetapi, banyak pula orang yang membenci beliau dan mengotori kehormatannya dengan fitnah-fitnah yang keji. Bahkan sebagian orang yang sangat membenci Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab mengatakan bahwa beliau telah keluar dari Islam.

Akan tetapi, apakah kita sudah mengetahui secara detail tentang sejarah hidup beliau dan apa yang menyebabkan beliau dicintai dan dibenci oleh sebagian kaum muslimin di zamannya dan di zaman kita sekarang ini.

Oleh karena itu, di dalam kesempatan ini, saya akan memaparkan tentang biografi Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Attamimiyy agar para pembaca mengetahui siapa sebenarnya Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Attamimiyy yang menjadi kontroversi di tengah-tengah kaum muslimin ini, sebagaimana kata peribahasa Indonesia: “Tak kenal, maka tak sayang.”.

Nasab dan nama beliau

Nasab dan nama lengkap Asysyaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab adalah Muhammad bin ʿAbd Alwahhāb bin Sulaiman bin ‘Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin Almasyarif Attamimiyy Alhambaliyy Annajdiyy.

Tempat dan tanggal lahir

Asysyaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab dilahirkan pada tahun 1115 H (1701 M) di negeri Najd, tepatnya di kota ‘Uyainah (Najd), kurang lebih 70 km dari arah barat laut kota Riyadh, ibukota ‘Arab Saudi sekarang ini.

Kehidupan beliau semasa kecil

As-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab tumbuh dan di besarkan di dalam lingkungan keluarga ahlul ‘ilmi yang terhormat dan terpelajar. kakek beliau as-syaikh sulaiman bin ali adalah seorang mufti yang menjadi referensi para ulama. Sedangkan  ayahnya yaitu syaikh abdul wahhab adalah seorang ulama dan juga seorang qodhi ( hakim )di negri najd pada masa pemerintahan Abdullah Bin Muhammad Bin Hamd Bin Ma’mar. sedangkan paman beliau sendiri ( adik kandung ayahnya ) yang bernama ibrohim bin sulaiman juga merupakan seorang tokoh agama dan ulama di negerinya.

Di bawah bimbingan kakek, ayah dan pamannya inilah syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab di didik mempelajari agama islam sejak dini.bahkan beliau di masa kecilnya tidak seperti kelaziman anak-anak seumurnya yang sibuk dengan bermain-main.ayahnya telah menyibukkan beliau di dalam menghafal al-qur’an.hingga akhirnya pada saat beliau memasuki umur 10 tahun.beliau syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab telah mampu menyelesaikan hafalan al-qur’annya sebanyak 30 juz secara sempurna.

Kemudian ayahnya pun juga mengajarkan beliau beberapa bidang ilmu lainnya seperti ilmu tafsir,ilmu hadits dan ilmu fiqhi madzhab hambali serta beberapa bidang ilmu lainnya seperti bahasa arab membaca dan menulis dan ilmu qowaid.ayahnya sangat mengagumi kecerdasan dan kejeniusan asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.dan ini sebagaimana yang di tunjukan dengan surat-surat yang di sampaikan oleh abdul wahhab kepada saudara-saudaranya yang isinnya adalah ungkapan kekagumannya terhadap anaknya yang di cintainya tersebuti,beliau berkata di dalam suratnya : “ sungguh… “ tulisannya..,aku telah banyak mendapatkan faedah dari anakku muhammad ,terutama di dalam bidang ilmu fiqh ‘’. Tidak hanya itu,bahkan abdul wahhab menunjuk puterannya yang di cintainnya ini yaitu syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab untuk menjadi seorang imam sholat di daerahnya. Dan inilah beliau syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab yang tumbuh di kalangan keluarga ahlul ilmi dan terbiasa dengan gaya hidup para thulabul ilmi.

Guru-guru dan perjalannan asy-syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab di dalam rihlah tholibul ilminya.

1.Rihlah ke mekkah dan madinah ( hijaz ).

Pada tahun 1135H.tatkala asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab berumur 20 tahun beliau pergi bersama ayahnya yang di cintainnya syaikh abdul wahhab ke tanah suci ( mekkah ) untuk menjalani ‘ibadah haji ke baitullah. Dan setelah menyempurnakan ‘ibadah haji di baitullah, ayah beliau syaikh ‘abdullah segera kembali ke kampung halamannya,sedangkan asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab tetap tinggal di makkah selama beberapa waktu untuk menimba ilmu di negeri itu.di kota mekkah inilah beliau berguru kepada asy-syaikh Abdullah bin salim al-bashari. kemudian beliau melanjutkan perjalannan ke madinah untuk memulai rihlahnya di dalam tholibul ilmi.di madinah beliau menimba ilmu dari para ulama-ulama besar yang terkenal dan termasyhur di dalam sisi keilmuan.di antara guru-guru beliau di kota madinah adalah :

1.asy-syaikh ‘abdullah bin ibrahim bin saif an-nadji.

Asy-syaikh Abdullah bin ibrahim bin saif an –nadji adalah seorang imam dan ulama di bidang ilmu fiqh dan ushul fiqh yang sangat terkenal di zamannya.

2.asy-syaikh ibrahin bin ‘abdillah ( putra dari syaikh  Abdullah bin ibrahim bin saif an-najdi )

Asy-syaikh ibrahim bin ‘abdillah ini adalah seorang penulis kitab “ adzabul faidh” syarah alfiyyah al mfaraaidh.

3.asy-syaikh muhaddits Muhammad bin hayah al sindi

Dan Tatkala asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab belajar dengan syaikh muhaddits Muhammad bin hayah al sindi, beliau mendapatkan ijazah di dalam periwayatannya dari kitab-kitab hadits.

Fenomena Kehidupan kaum muslimin di madinah pada zaman itu sangatlah memperihatinkan.mereka tidak mampu lagi membedakn antara tauhid dan kesyirikan.maka tatkala syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab bermukim di madinah untuk tholibul ‘ilminya. Beliau menyaksikan banyak dari umat islam di sana yang tidak lagi menjalankan syariat islam sebagaimana yang di contohkan rasullullah shollaullahu ‘alaihi wa salam,bahkan sebagian besar dari mereka terlalu ghuluw ( berlebih-lebihan )di dalam menyikapi orang-orang sholeh di zaman itu.sampai-sampai mereka terjatuh kepada kesyirikn di dalam peribadahan kepada allah subhanahu wata ‘ala.dan menjadikan kuburan-kuburan para nabi dan orang-orang sholeh tersebut sebagai tempat untuk beribadah kepada allah untuk bertaqorrub kepada allah subhana wata’ala.tidak hanya itu,bahkan sebagian dari mereka meminta-minta dan memohon serta berdoa kepada kuburan-kuburan tersebut dan penghuni-penghuninnya.menjadikan para penghuni-penghuni  kubur tersebut sebagai tandingan di dalam beribadah kepada allah.di mana perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan  tersebut tidaklah di benarkan di dalam syari’at islam.

Melihat hal ini syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab menjadi sedih hatinnya.dan membuat dirinnya semakin bersemangat di dalam mempelajari agama islam.terutama di dalam ilmu tauhid dan ‘aqidah islam yang benar sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh rasullullah saholaullahu ‘alaihi wa sallam.dan beliaupun ber’azam dan memiliki tekad untuk mengembalikan aqidah umat islam di zamanya yang telah ternodai dengan kotoran-kotoran kebid’ahan dan kotoran-kotoran kesyirikan kepada aqidah yang murni sebagaimana aqidah yang di ajarkan oleh rasullullah sholaullahu’alaihi wa sallam.

2.rihlah ke bashrah

Setelah asy-syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab menyelesaikan pelajarannya di madinah dan makkah kemudian beliau kembali ke kampung halamannya di uyainah dan menetap di sana selama stu tahun.

Setelah satu tahun berlalu di uyainah,Kemudian asy-syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab melanjutkan rihlah tholibul ‘ilmimnya ke negri bashrah ( irak ).pada saat itu bashrah adalah suatu negri yang terkenal dengan para ahlul hadits dan ulama-ulama fiqhinya.bashrah menjadi tempat para pelajar bertalaqqi untuk mengambil ilmu syar’i secara langsung dari para ulama.termasuk syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab,beliau bertalaqqi dengan seorang ulama di kampung majmu’ah (bashrah ) yang bernama asy-syaik Muhammad al majmu’i.darinnya syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab bmengambil pelajaran nahwu ( tata bahasa arab ) dan fiqh.beliau pun banyak menulis hadits di sana dan beliaupun benar-benar mematangkan pelajaran-pelajarannya,terutama di dalam bidang ilmu nahwu.

Di bashrah asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab tidak hanya sekedar menuntut ilmu semata,sebagaimana yang biasanya dia lakukan di najed, madinah dan mekkah.akan tetapi di bashrah ini,selain beliau mengambil pelajaran dari para ulama,beliau juga memulai dakwahnya kepada penduduk setempat.dan dakwah yang pertama kali beliau serukan kepada penduduk negri bashrah adalah dakwah at-tauhid.karena pada saat itu keadaan kaum muslimin (terutama di negeri najed,madinah dan bashrah sendiri ) benar-benar memprihatinkan.pada zaman itu banyak sekali amalan-amalan kesyirikan yang di hiasi dan di campur adukkan dengan  ibadah kepada allah.sehingga sebagian besar kaum muslimin pada zaman itu tertipu bahkan mereka tidak bisa lagi membedakan antara kesyirikan dan tauhid kepada allah ‘azzawajalla.maka dari itu beliau mengajak kepada kaum muslimin di negri bashrah untuk kembali beribadah kepada allah sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh rasullullah,dan sesuai dengan apa-apa yang di perintahkan oleh allah subhanahu wata’ala.yakni dengan cara memurnikan peribadahan dan doa hanya kepada allah ‘azza wa jalla semata.dan tanpa menambah dengan sesuatu apapun di dalam ibadah tersebut,dan juga tanpa menguranginnya dengan sesuatu apapun.

Dan upaya dakwah asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab ini di dalam memurnikan at-tauhid di dalam peribadahan kepada allah subhanahu wata’alaa  mendapatkan kecaman yang sangat keras oleh para ulama-ulama sesat di negeri itu.merekalah yang telah mencapur adukan antara kesyirikan dan tauhid kepada allah di tengah-tengah kaum muslimin,sehingga karena sebab syubhat-syubhat  mereka tersebut,banyak dari kaum muslimin yang tersesat dan tertipu.bahkan sebagian ulama-ulama yang masih di lindungi oleh allah subhanahu wata’alapun tidak berani mendakwahkan  at-tauhid secara terang-terangan. sebagaimana yang di lakukan oleh asy-syaikh muhammda  bin ‘abdil wahhabtersebut.karena kesyirikan yang telah di kemas rapih oleh ulama-ulama sesat itu telah mengakar dan tertancap di dalam hati sebagian kaum muslimin pada waktu itu.sehingga siapa saja yang mendakwahkan tauhid yang murni sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wa sallam pasti akan mendapatkan reaksi yang keras dan perlawanan yang sengit.

Maka tatkalah argumentasi-argumentasi mereka dapat dengan mudah di bantah oleh asy-syaikh muhammda bin ‘abdil wahhab, merekapun mulai melakukan aksi penolakkan tersebut dengan melakukan tindakan-tindakan kekerasan fisik.hingga akhirnya seluruh penduduk bashrah yang telah terprovokasi oleh ulam-ulama sesat tersebutpun sampai pada puncaknya untuk mengusir syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab dari negri bashrah.

3.Rihlah ke ahsa’

Setelah pengusiran yang di lakukan oleh penduduk bashroh.akhirnya asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab melanjutkan rihlahnya di dalam tholibul ilmi ke negeri syam.karena di negri syam banyak sekali terdapat ulama-ulama ahlul hadits dan fiqh yang memiliki sanad.akan tetapi dampak pengusiran yang di lakukan oleh penduduk bashrahterhadap dirinnya membawa pengaruh yang sangat besar  bagi perjalanan syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhabke negri syam .sehingga beliau hanya mampu melakukan rihlah tersebut dengan berjalan kaki tanpa perbekalan yang mencukupi.sampai-sampai beliau hampir menemui ajalnya karena kehausan dan kelaparan di tengan-tengah perjalananya ke negri syam.

Dan Alhamdulillah karena berkat rahmat dan pertolongan allah.di saat yang berat itu, syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab bertemu dengan seseorang yang bernama abu humaidan.tatkala abu humaidan melihat kondisi syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab yang keritis tersebut,dia segera memberikannya air minum dan membawa beliau ke kota zubair.

Dari kota zubair asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab melanjutkan perjalannanya ke negri ahsa’ yang berada di sebelah timur kota najd.di sana beliau belajar dengan seorang ulama yang bernama asy-syaikh Abdullah bin fairus al-kafif.dan darinyalah asy-sayikh Muhammad bin ‘abdil wahhab mempelajari tauhid dan ‘aqidah yang benar dan murni sebagaimana yang di ajarkan oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wa sallam.bahkan dari syaikh Abdullah bin fairus al kafif inilah syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab mendapatkan buku-buku karya syaikhul islam ibnu taimiyyah dan ibnul qoyyim.di mana buku-buku ini menerangkan tentang tauhid dan aqidah yang benar dan murni.sehingga beliau seperti seseorang yang kehausan di dalam mempelajari karya-karya dua ulama tersebut.tidak ada waktu yang terlewatkan sedikitpun  baginya kecuali untuk menyalin dan mempelajari serta memahami  karya-karya syaikhul islam ibnu taimiyyah dan ibnul qoyyim.sehingga menjadi matanglah pelajaran tauhid dan aqidah di dalam dirinnya.semakin semangatlah beliau di dalam berdakwah menyembuhkan sebagian kaum muslimin yang terjangkiti virus-virus kesyirikan.

Tidak hanya kepada asy-syakh Abdullah bin fairuz al-kafif saja beliau belajar tauhid dan aqidah di negeri ahsa’.akan tetapi asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab juga sempat berdiskusi dan belajar tauhid dan aqidah kepada asy-syaikh Abdullah bin Muhammad bin abdul latif asy syafi’I al ahsai dan juga kepada  syaikh Muhammad bin afaliq.

4.Rihlah ke madinah dan mekkah untuk ke dua kalinnya.

Setelah asy-yaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab menyelesaikan pelajarannya di negri ahsa’ beliaupun kembali ke kampong halamannya di uyainah ( najed ).beliaupun bermukim di sana untuk beberapa waktu sambil menyusun rencanannya kembali untuk rihlah di dalam tholibul ilminya lagi ke negeri hijaz ( mekkah dan madinah ) dan beliau juga berkeinginan melanjutkan rihlahnya tersebut ke negri syam.

Rencana rihlah tholibul ilmi asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab di mulai dengan menunaikan ibadah haji di mekkah kemudian di lanjutkan kembali dengan duduk bermajlis ilmu bersama para ulama yang termasyhur pada saat itu.

Tatkala asy syaikh Muhammad bin abdil wahhab berada di dua tanah suci ini ( mekkah dan madinah ) .beliau asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dari para ulama-ulama dunia di negeri tersebut,di antarannya adalah:

1.asy-syaikh ismail bin Muhammad al-ajluni.

2.asy-syaikh ali effendi bin shodiq ad-daghistan.

3.asy-syaikh abdul kareem ad-daghistani.

4.asy-syaikh Muhammad al burhani.

5.asy-syaik utsman ad-dayyar bakri.

Di kota madinah tersebut syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab belajar dengan seorang ulama yang bernama asy-syaikh ali effendi bin shodiq ad-daghintan di mana umurnya beliau jauh lebih muda sepuluh tahun dari umur syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.dan beliau syaikh ali effendi adalah seorang ulama dari negri syam.meskipun umurnya masih muda tetapi beliau( asy-sayaikh ali effendi bin shodiq ad-daghistani ) terkenal sebagai ulamannya para ulama di negeri syam.dan saudara sepupu beliau yakni asy-syaikh abdul kareem ad-daghistani juga merupakan salah satu dari gurunya syaikh mihammad bin ‘abdil wahhab di kota madinah.

Setelah menyelesaikan pelajaran-pelajarannya di kota madinah.syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab bermaksud melanjutkan rihlah tholibul ‘ilminnya ke negri syam sebagaiman yang selalu di cita-citakannya.

Akan tetapi tatkala beliau menempuh perjalananya ke negeri syam tersebut,di tengah perjalananya belia di serang oleh beberapa orang.dan perbekalannya di rampas semua.

Sehingga karena perbekalan yang tidak ada,dan rasa haus serta lapar yang menyelimuti dirinya. menyebabkan asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab tidak dapat kembali melanjutkan perjalananya di dalam tholibul ‘ilmi ke negri syam untuk kedua kalinnya.

Keadan kaum muslimin di zaman syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab

Perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwasannya keadaan aqidah dan tauhid sebagian besar kaum muslimin di zaman syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab sangatlah memperihatinkan dan jauh dari apa-apa yang di ajarkan oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wa salam. dan hal ini tidak lain di sebabkan  oleh dakwah para ulama-ulama khurafat yang sesat. dimana mereka mendakwahkan kesesatan-kesesatan mereka dengan cara menyusupi ritual-ritual kesyirikan ke dalam peribadahan-peribadahan kepada allah subhanahu wata’ala. dan mengemas semua itu dengan indah dan rapih,seolah-olah ibadah yang telah di campuri dengn bumbu-bumbu kesyirikan tersebut adalah ibadah-ibadah yang di cintai allah, dan pelakunnya akan mendapatkan keutamaan yang sangat besar di sisi allah subhanahu wata’ala. dan bahkan jika ada seseorang yang tidak mau melakukan hal tersebut, maka dia akan di kucilkan, dianggap sesat dan bahkan di kafirkan oleh mereka.

Sehingga  hampir sebagian besar  kaum muslimin termakan oleh syubhat-syubhat mereka tersebut dan mereka menjadikan yang bathil itu tampak seperti al haq,dan menjadikan al haq itu tampak seperti kebathilan.bahkan sebagian besar dari mereka sampai-sampai ada yang terjatuh kedalam kesyirikan-kesyirikan yang sama sebagaimana kesyirikan-kesyirikan yang di lakukan oleh kaum musyrikin di zaman rasullullah sholaullahu alaihi wa sallam dahulu.

Dan di antara ibadah-ibadah kepada allah yang telah di susupi kesyirikan oleh para ulama-ulama khurafat yang sesat di zaman syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab adalah:

1.najed

Di negeri najed sendiri banyak kubah-kubah yang di bangun di atas kuburan-kuburan orang sholeh yang di jadikan tempat ‘ibadah

Dan di negeri ini juga praktek-praktek perdukunan pun berkembang pesat dan menyebar.meskipun di negeri ini banyak orang-orang dan para ulama yang mengetahui tentang bahayanya kesyirikan.tetapi mereka tidak mampu menghadapi semua itu.

2.jubailah

Di negri jubailah ini atau tepatnya di wadi hanifah,ada sebuah kuburan yang di yakini sebagai kuburannya zaid bin khaththab ( saudara kandung dari amirul mukminin ‘umar bin khoththob radhiyaullahu ‘anhu ).dimana banyak dari kaum muslimin di daerah tersebut ataupun yang berada di luar daerah tersebut berbondong-bondong untuk menziarohi kuburan zaid bin khoththob tersebut dalam rangka untuk mencari berkah dari kuburan tersebut.dengan cara mengusap-usap kuburan tersebut,bahkan ada juga yang bernadzar di sisi kuburan tersebut.

3.dir’iyah

Di dir’iyah juga banyak sekali kuburan-kuburan yang di yakini sebagai kuburan para sahabat-sahabat nabi muhammad sholaullahu ‘alaihi wasallam,sehingga di bangunlah kubah-kubah di atas kuburan-kuburan tersebut dan mereka jadikan kuburan-kuburan tersebut sebagai tempat-tempat ‘ibadah.

4.madinah

Adapun di madinah banyak dari kaum muslimin yang berkumpul dan berziarah secara khusus ke kuburanya hamzah bin abdil mutholib,dan juga kepada kuburan-kuburan para syuhda’ yang gugur di perang uhud.dan kemudian di atas kuburan-kuburan tersebut mereka melakukan berbagai macam ritual ibadah-ibadah yang di susupi dengan kesyirikan.

5.mekkah

Di mekkah sendiri banyak terjadinya praktek-praktek perdukunan dan kesyirikan,contohnya seperti yang di lakukan para penguasa mekkah di zaman itu.mereka menggunakan jasa para tukang-tukang sihir dan dukun-dukun untuk merebut dan mempertahannkan kekuasaan-kekuasaan mereka.

6.pohon-pohon yang di ‘ibadahi

Selain kuburan-kuburan orang sholeh yang mereka ‘ibadahi,banyak juga pohon-pohan yang di keramatkan dan di ibadahi oleh mereka.banyak dari para wanita muslimah yang mandul ( tidak bisa memiliki anak ) mendatangi pohon-pohon tersebut.mereka mengusap-usap pohon tersebut seraya memohon agar di berikan anak.

7.darwis-darwis sufi

Dan juga sebagian besar kaum muslimin yang tertipu mempercayai kewalian para darwis-darwis sufi.mereka mempercayai bahwa darwis-darwis sufi tersebut adalah wali allah subhanahu wata’ala yang terbebas dari dosa dan syari’at islam.

8.imam mahdi

Bahkan mereka sebagian besar kaum muslimin di zaman syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab mempercayai jika imam mahdhi itu sewaktu-waktu bisa muncul di tengah-tengah mereka dalam wujud orang gila.di mana orang-orang gila yang di sangka imam mahdi tersebut di anggap dapat memperbaiki kehidupan sosial mereka.

9.perayaan-perayaan hari-hari besar

Dan di zaman syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab banyak bermunculan perayaan-perayaan yang mengatas namakan ibadah di dalam islam.di mana perayaan-perayaan tersebut tidak pernah di rayakan oleh nabi sholaullahu ‘alaihi wa sallam.dan juga tidak pernah di rayakan oleh para sahabat dan para tabi’in dan juga oleh para tabi’u tabiin dan kaum muslimin di zaman nabi sholaullahu ‘alayhi wa sallam.

Adapun contoh dari perayaan-perayaan tersebut adalah:

  1. Perayaan hari raya maulid nabi
  2. Perayaan maulid fatimah
  3. Perayaan maulid khodijah
  4. Perayaan maulid aminah
  5. Perayaan maulid ali
  6. Perayaan isro’mi’raj
  7. Perayaan nisfu sya’ban
  8. Perayaan hari raya asy-syura
  9. Dan juga peringatan hari ke enam dan hari rabu terakhir bulan safar

Dan perlu di ketahui bahwasanya apa-apa yang di terangkan di atas ini hanyalah sebagian kecil dari praktek-praktek kesyirikan yang telah di lakukan oleh sebagian besar kaum muslimin di masa kehidupan syaikh muhammad  bin ‘abdil wahhab.ritual-ritual ibadah tersebut telah di hiasi dengan  keta’atan  kepada allah dan kecintaan yang berlebihan kepada orang-orang sholeh.dan apa-apa yang mereka kerjakan tersebut tidak lain adalah kesyirikan-kesyirikan yang sama persis dengan kesyirikan yang di lakukan oleh kaum musyrikin di zaman rasullullah.di mana perbuatan perbuatan yang seperti itulah yang menyebabkan mereka di perangi oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wasallam.

Perjuangan dakwah syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab

1.bashrah

Awal kali perjuangan dakwah at-tauhid asy-syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab adalah negeri bashrah ( irak ).dan di sana dakwah beliau tidak mendapatkan sambutan yang baik oleh penduduk bashrah yang telah terprovokasi oleh ulama-ulama khurafat yang ssat di negeri itu.

Sehingga membuat asy-syaik muhammad bin ‘abdil wahhab di usir dari negeri bashrah.kemudian beliau melanjutkan rihlah tholibul ilminya ke negeri syam.tetapi karena keadan yang susah dan berat itu beliau tidak dapat melanjutkan perjalannaya ke syam.dan akhirnya beliau pergi ke negeri ahsa’ untuk melanjutkan tholibul ‘ilminnya dan kemudian di lanjutkan kembali ke negeri hijaz ( mekkah dan madinah ).setelah semua ibidang ilmu yang dia pelajari telah matang dan sempurna,beliau ingin melanjutkan perjalannya ke negeri syam.akan tetapi karena di tengah perjalanannya,beliau di serang beberapa orang dan di rampok.akhirnya beliau tidak dapat melanjutkan perjalanannya ke negri syam untuk yang ke dua kalinnya.

Karena sebab kekurangan perbekalan untuk menuju negeri syam .akhirnya asy-syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab kembali ke kampung halamannya di najed.dan memulai dakwah at-tauhid yang keduanya di sana.akan tetapi kepulangannya kali ini ke negeri najed bukanlah ke kota uyainah,akan tetapi beliau kembali menemui orang tua yang di cintainnya di huraimala.

2.huraimala

Kepulangan beliau ke huraimala ( najed ) di sebabkan karena ayah beliau yang menjabat sebagai hakim di kota uyainah telah di turunkan dari jabatannya oleh penguasa uyainah yang baru.

Di huraimala asy-syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab menghabiskan waktunnya dengan menghadiri majlis-majlis talaqqi ayahnya ( abdul wahhab ).dan selain duduk bermajlis dengan ayahnya beliaupun juga menghabiskan waktunnya untuk menyeru penduduk huraimala agar kembali ke dalam agama islam yang benar dan murni sebagaiman yang di ajarkan oleh rasulluullah sholaullahu ‘alaihi wasallam.

Karena sampai saat itu keadaan di negri nejed,termasuk di huraimala masih sama seperti dahulu sebelum syaikh melakukan rihlah tholibul’ilminnya.banyak kaum muslimin yang melakukan kebid’ahan-kebid’ahan di dalam beribadah kepada allah.bahkan ada yang sampai terjerumus ke dalam kesyirikan kepada allah subhanahu wata’ala dengan kebid’ahan tersebut.

Dan inilah yang membuat syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab menjadi tumbuh rasa kepeduliannya di dalam hatinnya untuk menyelamatkan kaum muslimin dari syubhat-syubhat kebid’ahan dan jerat-jerat ke syirikan.

Akan tetapi metode cara berdakwah ( ushlub ad-da’wah ) syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab di dalam at-tauhid mendapatkan pertentangan dari sebagian kaum muslimun di huraimala.hanya sedikit saja dari penduduk negeri huraimala tersebut yang merespone dengan baik seruan syaikh muhammad bin’abdil wahhab itu.bahkan ayah beliau sendiri asy-syaikh abdul wahhab dan kakak beliau sulaiman bin abdil wahhab menentang ushlub (metode )dakwa syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab di dalam at tauhid.sehingga terjadi perbedaan pandangan di antara syaikh muhammad bin abdil wahhab dengan ayahnya syaikh ‘abdul wahhab.dan perbedaan pandangan ini tidaklah berlarut-larut begitu lama.pada tahun 1153H ayah beliau ( asy-syaikh abdul wahhab ) menarik kembali semua pandangannya yang bertentangan dengan metode dakwah asy-syaikh muhammad bin ‘abdil wahhab.

Adapun kakak beliau asy-syaikh sulaiman bin abdil wahhab sangat tidak menyukai dengan apa-apa yang di dakwahkan saudaranya tersebut.sampai-sampai ketidak sukaannya tersebut di tuangkan kedalam berbagai tulisannya yang salah satunnya berjudul “ ash-shawa’iqu al-ilahiyah firraddi’alal wahabiyyah “.dan buku tesebut di jadikan hujah dan pedoman oleh orang-orang munafiq ‘itiqodi seperti golongan sekte agama syi’ah la’natullah ‘alaihim dan kelompok-kelompok sesat yang tidak menyukai jika kaum muslimin kembali kepada agama tauhid al islam  yang di ajarkan oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wasallam.yakni agama yang para rasul diutus dengannya.agama yang selamat dan agama yang diridhoi oleh allah subhanahu wata’ala.

Dan ketidaksukaan serta penolakkan asy-syaikh sulaiman bin ‘abdil wahhab terhadap dakwah tauhid yang di serukan syaikh Muhammad bin abdil wahhab ini terus berlangsung sampai asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab pindah ke ‘uyainah dan dir’iyyah,

Atas sikap saudaranya yang di cintainnya tersebut,asy-syaikh muhammad bin ‘abdil  hanya menyikapinnya dengan cara menulis bantahan-bantahan terhadap kedustaan-kedustaan dan fitnah-fitnah yang telah di tuangkan syaikh sulaiman bin abdil wahhab di dalam kitab-kitabnya tersebut.

Dan berkat rahmat allah dan hidayahnya yang tercurah kepada orang-orang yang di bersihkan hatinnya oleh allah subhanahu wata’ala.pada tahun 1190H asy-syaikh sulaiman bin abdil wahhab datang ke dir’iyyah.dengan tujuan untuk menemui saudarannya asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab dan menyatakan tobatnya kepada allah secara langsung di hadapan saudara yang di cintainya tersebut yakni asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.dan mencabut semua tuduhan-tuduhan dusta dan fitnah-fitnah yang pernah di tuangkannya di dalam kitab-kitabnya terdahulu.bahkan beliau asy-syaikh sulaiman bin abdil wahhab mulai saat itu menerima dakwah tauhid yang di serukan oleh asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.

3.uyyainah

Setelah ayahnya asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab meninggal dunia.asy –syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab menetap di huraimala selama dua tahun.dan terus melanjutkan dakwah tauhidnya kepada penduduk huraimala.meskipun di huraimala dakwah beliau beliau kurang mendapatkan respon yang baik,tetapi ada juga beberapa pihak yang mau menerima dakwah beliau.bahkan khobar-khobar tentang dakwah tauhid asy-syaikh Muhammad bin abdil wahhab telah menyebar ke daerah-daerah sekitar huraimala,seperti uyyainah.

Pada tahun 1154H syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab melanjutkan dakwah tauhidnya ke negeri ‘uyyainah ( kampong halamannya sendiri  ).dan pada saat itu uyyainah di pimpin oleh seorang penguasa yang bernama ‘utsman bin mu’ammar.dan berkat pertolongan dari allah subhanahu wata’ala dakwah tauhid syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab di sambut dengan baik oleh ‘utsman bin mu’ammar dengan penuh kehormatan.

Bahkan ‘utsman bin mu’ammar yang pada saat itu menjadi penguasa uyyainah meminta langsung kepada asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab agar beliau di angkat menjadi seorang hakim setempat di negeri itu.

Dan tidak hanya itu,bahkan hubungan keduanyya pun di pererat dengan pernikahan antara asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab dan jauharah binti ‘abdillah bin mu’ammar yang merupakan saudara  dekat ‘utsman bin mu’ammar.

Dan berkat pertolongan allah serta bantuan dari penguasa uyyainah ini,dakwah tauhid asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab di negeri uyyainah berkembang pesat.hal ini di karenakan utsman bin mu’ammar memerintahkan para pengikutnya dan  bala tentarannya untuk menerima dakwah tauhid yang di bawa syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.

Dan beliau juga menegakkan aturan untuk mendirikan sholat lima waktu berjama’ah di negeri uyyainah.bahkan dengan bantuan dari utsman bin m’ammar,asy-syaikh Muhammad bin ‘abdul wahhab mendapatkan perlindungan untuk menghancurkan pohon-pohon yang di keramatkan di uyyainah,dan kuburan-kuburan orang-orang sholeh yang di ibadahi.sehingga dengannya negeri uyyainah menjadi negeri yang barokah.tingkat kejahatan di uyyainah berkurang dan perekonomian serta kesejahteraan penduduk uyyainah bertambah baik.

Akan tetapi keadaan yang indah ini tidak berlangsung lama.dan ini bermula ketika ada seorang wanita dari penduduk uyyainah meminta kepada asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab agar di tegakkan hukum had bagi dirinya karena sebab dosa zinahnya, asy-syaik muhammad bin ‘abdil wahhabpun menyelidiki permasalahan tersebut,setelah semuannya jelas maka akhirnya ditegakkanlah hukum rajam terhadap wanita itu.

Maka tatkala khobar prihal asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab dan pemerintah uyyainah melakukan hukum rajam pada wanita tersebut menyebar ke sekitar daerah-daerah di luar uyyainah.membuat para penguasa-penguasa di daerah sekitar uyyainah  menjadi khawatir dan takut, jikalau saja dakwah syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab masuk ke dalam negeri mereka dan membuat mereka harus menjalani hukum had atas dosa-dosa mereka.

Melihat situasi tersebut penguasa ahsa’ merasa khawatir dan cemas jika kekuasaannya akan terancam karena sebab dampak dari dakwah tauhid syaikh Muhammad bi ‘abdil wahhab.maka dari itu penguasa ahsa’ segera memerintahkan kepada utsman bin mu’ammar agar membunuh syaikh Muhammad bin abdil wahab.

Di sini perlu kita ketahui bahwaannya,pada saat itu politik,social dan ekonomi  negeri uyyainah berada di bawah kekuasaan penguasa ahsa’.bahkan utsman bin mu’ammar mendapatkan bantuan keuangan langsung dari penguasa ahsa’.yang jumlahnya tidaklah sedikit.

Sehingga penguasa ahsa dapat dengan mudah mengancam akan memutus bantuan keuangannya kepada utsman bin mu’ammar jika dia tidak mau membunuh syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.

Menghadapi keadaan yang berat ini,penguaa uyyainah tidak dapat berbuat apa-apa.akan tetapi ‘utsman bin mu’ammar masih tetap menaruh rasa hormatnya kepada asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.sehingga beliapun menceritakan situasi yang di hadapinnya dan memohon syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab untuk keluar meninggalkan negeri uyyainah.

4.dir’iyyah

a.pemerintahan sang amir Muhammad bin su’ud

Karena sebab dari ancaman penguasa ahsa’ kepada penguasa uyyainah akhirnya asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhabpun meninggalkan kota uyyainah menuju kota dir’iyyah pada tahun 1157H .dengan perasaan sedih yang sangat diapun melangkahkan kakinya sembari mengulang-ulang membaca firman allah subhanahu wata ‘alaa :

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah pasti Allah akan memberinya jalan keluar dan rizki dan dari arah yang tidak disangka-sangka” (Ath Thalaq:2-3).

Akhirnya asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab tiba di kota dir’iyyah pada waktu ashar.dan beliau langsung menuju ke rumah salah seorang muridnya yang bernama Abdurrahman bin suwailim al-urani.dan kemudian beliau pindah ke rumah ahmad bin suwailim yang merupakan salah seorang muridnya juga di kota dir’iyyah.

Negeri dir’iyyah pada waktu itu di pimpin oleh seorang raja yang bernama Muhammad bin su’ud dari dinasti su’ud.dan khobar prihal kedatangan asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab ke dir’iyyah telah di dengar langsung oleh muhammad bin su’ud dari istrinya yang tercinta.

Pada waktu itu ada bebeapa orang sholeh yang mendatangi istri sang amir Muhammad bin su’ud.dan merekapun berkata:

“ beritahukanlah kepada amir Muhammad bin su’ud tentang orang ini ( asy syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab ).semangatilah dia untuk mau membelannya dan berilah dia motivasi agar mau mendukung serta membantu dakwahnya ( asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab ) “.

Istri Muhammad bin su’ud adalah wanita yang sholehah lagi bertaqwa.maka tatkala sang amir Muhammad bin su’ud menemui istrinnya untuk menanyakan khobar prihal kedatngan syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab di negeri daerah kekuasannya.sang istri yang sholehah ini pun berkata kepadannya:

 “ Bergembiralah dengan ghanimah (anugerah) yang besar ini. Ini adalah ghanimah yang Allah kirimkan kepadamu, seorang lelaki yang menyeru kepada agama Allah, menyeru kepada Kitabullah, menyeru kepada sunnah Rasulullah. Sungguh betapa ghanimah yang begitu besar. Bersegeralah menerimanya, bersegeralah menolongnya, dan jangan kamu berhenti saja dalam hal itu selamanya ”.

Setelah mendapatkan khobar gembira yang di sampaikan oleh istrin tecintanya tersebut.sang amirpun berencana memanggil asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhabuntuk menemuinnya.akan tetapi istri sang amir memberikan saran agar sang amir sendirilah yang mendatangi asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.

Amir Muhammad bin su’ud pun menerima saran istrinya yang sholhah tersebut.dan akhirnya beliau segera menuju ke kediaman ahmad bin suwailim al-‘uraini untuk menemui syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.

Sesampainya amir Muhammad bin su’ud di kediaman ahmad  bin Suwailim al ‘uraini,beliaupun  memberikan salam dan salam tersebutpun di jawab oleh syaikh muhammadbin ‘abdil wahhab  dan ahmad bin Suwalim. Kemudian sang Amir Muhammad bin su’ud pun  berkata:

“Ya Syaikh..! Bergembiralah anda di negeri kami, karena kami menerima dan menyambut kedatangan anda di negeri ini dengan penuh gembira. Dan kami berjanji untuk menjamin keselamatan dan keamanan anda di negeri ini di dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat Dir’iyyah.dan Demi kejayaan dakwah Islamiyah, kami dan seluruh keluarga besar Ibnu Saud akan mempertaruhkan nyawa dan harta untuk berjuang bersama-sama anda demi meninggikan agama Allah dan menghidupkan sunnah RasulNya, sehingga Allah memenangkan perjuangan ini, Insya Allah!”

Maka Asy-Syaikh berkata kepadanya,

“Dan Anda juga bergembiralah dengan pertolongan, dan bergembiralah dengan kekokohan dan kesudahan yang terpuji. Ini adalah agama Allah, siapa yang menolongnya niscaya Allah akan menolongnya. Siapa yang mendukungnya niscaya Allah akan mendukungnya.”

Kemudian amir berkata kepada Asy-Syaikh,

“Aku akan membaiatmu di atas agama Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah. Akan tetapi aku khawatir jika kami telah mendukungmu dan membantumu,kemudian  Allah memenangkanmu atas musuh-musuh Islam,kemudian… engkau menginginkan selain bumi kami ini.dan berpindah dari bumi kami  ini ke tempat lain.”

Maka Asy-Syaikh menanggapinya,

“Bentangkan tanganmu, aku akan membaiatmu bahwa darah dibalas dengan darah, kehancuran dengan kehancuran dan aku membaiatmu untuk tetap tinggal bersama kalian dan aku tidak akan keluar dari negerimu selamanya.”

Dan perjanjian antara syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab dengan sang amir negeri dir’iyyah Muhammad bin su’ud terjadi pada tahun 1157H.dan sejak saat itu syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab dapat melanjutkan kembali dakwah tauhidnya di negeri dir’iyyah.dan semua itu tidaklah berjaya kecuali atas pertolongan allah subhanahu wata’ala dan juga atas dukungan amir negeri dir’iyah beserta seluruh rakyatnya yang memang sebelumnya sudah menerima dakwah tauhid yang di bawa asy-syaikh Muhammad bin ‘abdul wahhab sebelumnya.

Dan tidak hanya amir dan rakyat dir’iyyah saja yang mendukung dakwah syaikh Muhammad bin abdil wahhab.bahkan saudara-saudara  amir Muhammad bin su’ud yang terkenalpun ikut membantu dakwah beliau.dan di antara mereka adalah:

1.musyari bin su’ud

2.tsunayan bin su’ud

3.farahan bin su’ud

Sehingga dengan itu semua semakain berjayalah dakwah syaikh Muhammad bin abdil wahhab.

b.metode dakwah syaikh muhmad bin ‘abdil wahhab

Metode-metode dakwah yang di lakukan oleh asy syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab di dir’iyyah di antarannya adalah :

1.secara lisan

Dan ini adalah langkah pertama beliau di dalam menyampaikan dakwah tauhid yang haq ini di dir’iyyah.dan dakwah secara lisan ini di lakukan beliau dengan membuka majlis-majlis ilmi di dir’iyyah dengan metode talaqqi.dari majlis-majlis ‘ilmi inilah syaikh Muhammad bin abdil wahhab mengajarkan agama islam yang murni dan benar sesuai dengan yang di ajarkan oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wa sallam.

Dan dari sini banyak orang-orang dari luar dir’iyyah yang datang ke kota itu untuk belajar bersama syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.sehingga tersebarlah dakwah tauhid yang selamat ini ke seluruh negeri di luar negeri dir’iyyah.

2.secara tulisan

Metode yang kedua dan pertama ini di lakukan oleh syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab pada tahun 1157H  sampai pada tahun 1159H.pada metode yang kedua ini asy-syaikh muhmmad bin ‘abdil wahhab memulainya dengan mengirimkan risalah-risalah ( surat-surat ) kepada penguasa-penguasa yang berada di luar negeri dir’iyyah.di mana risalah-risalah tersebut berisikan nasehat dan seruan untuk kembali kepada tauhid dan ‘aqidah islam yang murni,sebagaimana yang di ajarka oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wa sallam.tidak hanya sampai di situ saja,bahkan syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab juga menulis kitab-kitab dan makalah-makalah yang berisikan pelajaran-pelajaran tentang tauhid,aqidah dan yang lainnya.

Di mana semua itu di niatkannya agar kaum muslimin mendapatkan hidayah dan kembali kepada ajaran islam yang murni sebagaimana yang di sampaikan oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wa sallam.dan agar kaum muslimin dapat selamat dari jerat-jerat kesyirikan dan tipu daya syaithon.

3.secara jihad fiy sabilillah

Metode dakwah dengan berjihad ini di lakukan oleh asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab dan  amir kota dir’iyyah Muhammad bin su’ud pada tahun 1158H sampai pada tahun 1187H di abad ke-13.

Bermulannya dakwah dengan menggunakan senjata ini ( jihad fiy sabilillah ) di karenakan gangguan-ganguan yang di lancarkan oleh penguasa Riyadh yang bernama diham bin dawwas terhadap rakyatnya yang menerima dakwah tauhid syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.

Motif di balik gangguan-gangguan tersebut adalah karena ketidak senangan diham bin dawwas terhadap dakwah tauhid yang di serukan syaikh muhmmad bin ‘abdil wahhab.serta kebenciannya terhadap terhadap islam.

Adapun bentuk-bentuk gangguan yang di lakukan diham bin dawwas di antarannya adalah:

  1. diham bin dawwas pernah memotong paha seseorang yang belajar dengan syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab tanpa dengan alasan yang logis
  2. bahkan diham bin dawwas pun pernah memotong lidah seseorang ketika orang tersebut minum kopi di pagi hari dan memanjatkan nama allah subhanahu wata’ala.

Dan atas berbagai macam gangguan-gangguan yang di lakukan diham bin dawwas kepada orang-orang yang menerima dakwah syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab di Riyadh itu.syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab menasehatkan mereka untuk sabar di dalam keta’atan kepada allah dan sabar di dalam mendakwahkan agama allah ini.sebagaimana firman allah subhanahu wata’ala di dalam surat al-ashr.

Dan kemudian syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab pun juga mengirimkan risalah-risalah yang berisi nasehat dan seruan kepada diham bin dawwas agar dia mau untuk kepada agama islam yang murni ini,yang sesuai dengan apa-apa yang di jarkan oleh nabi Muhammad sholaullahu ‘alaihi wa sallam.

Akan tetapi diham bin dawwas pun menolak semua nasehat-nasehat itu mentah-mentah.bahkan permusuhan terhadap orang-orang yang mengamalkan tauhid dan islam yang benar di riyadhpun semakain bertambah.

Maka dari sebab itulah dakwah dengan menggunaka pedang pun di kobarkan.maka di bawah pimpinan raja dir‘yyah Muhammad bin su’ud dan juga di bantu oleh kaum muslimin yang menerima dakwah syaikh Muhammad bin abdil wahhab akhirnya berjihad di jalan allah subhanahu wata ‘alaa melawan kesyirikan dan kemungkaran di negeri arab.

5.riyadh

Di negeri yang di pimpin oleh penguas yang dzolim inilah syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab memulai dakwahnya dengan jalan jihad fiy sabilillah menggunakan senjata.

Dan dan sebagaiman yang di kutip dari buku tarikh al-mamlakah al ‘arobiyyah as-su’udiyyah ini,syaikh Abdullah bin sholeh al-utsaimin menjelaskan,bahwa periode dakwah dengan jihad ini di bagi menjadi tiga periode.di antarannya:

1.periode pertama

Periode pertama ini terjadi di tahun 1159H sampai pada tahun 1172H.pada masa periode ini syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab hanya mengizinkan para penduduk Riyadh yang di dzolimi oleh diham bin dawwas untuk mengangkat senjata membela diri dan berjihad di jalan allah subhanahu wata’ala.

2.periode kedua

Periode kedua ini berlangsung pada tahun 1172 sampai pada tahun 1187.pada  periode ini syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab mengizinkan penguasa dir’iyyah dan seluruh kaum muslimin di luar dir’iyyah untuk bersatu dan berjihad melawan musuh-musuh islam di Riyadh.

Pada fase ini raja dir’iyyah Muhammad bin su’ud meninggal dunia.tepatnya pada khir bulan rabiul awwal tahun 1179H.dan kemudian beliau di gantikan dengan anaknya yang bernama ‘abdul ‘aziz bin Muhammad bin su’ud.semoga allah subhanahu wata’ala merahmatinnya dan memberikan tempat serta kedudukan yang mulia di sisisnya.

Dan pada akhir periode inilah,atas izin allah subhanahu wata’alaa serta pertolongannya kota Riyadh danpat di taklukkan pada tahun 1187H.

Sehingga segala bentuk khurafat dan kesyirikan di negeri itu dapat di hancurkan.dan kaum muslimin di sana dapat dengan tenang beribadah kepada allah subhanahu wata’ala sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh rasullullah sholaullahu ‘alaihi wa sallam.

3.periode ketiga

Periode ke tiga ini berlangsung sejak Riyadh berhasil di taklukkan.pada tahun 1187H  sampai pada abad ke-13.ketika nejed berhasil di satukan di bawah kepemimpinan dinasti su’udiyyah.dan kemudian kemudian daerah-daerah di luar nejed pun dapat di taklukkan pada masa ini.sehingga semakin bersinarlah dakwah tauhid dan dakwah islam yang murni sesuai dengan apa-apa yang di ajarkan oleh nabi kita Muhammad sholaullahu ‘alaihi wa sallam.

Wafatnya syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab

Setelah penaklukkan kota Riyadh yang di ikuti oleh bersatunya kota-kota di nejed di bawah kepemimpinan dinasti su’udiyyah.kepemimpinan kota dir’iyyah tetaplah berwibawa di bawah kekuasaan Abdul aziz bin Muhammad bin su’ud.meskipun demikian,bagi raja abdul aziz peribadi sendiri,kepemimpinan dir’iyyah pada hakekatnya tetap berada di atas pundak dan tanggung jawab syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab.

Dan keadan yang tenang dan damai ini pun terus berlangsung sampai memasuki abad ke-13.dan tepat pada tanggal 1 di bulan syawwal tahun 1206H syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab jatuh sakit.dan karena penyakitnya tersebut pada akhir bulan syawwal tepatnya pada hari senin tahun 1206H syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab meninggal dunia dalam usia 92tahun di negeri dir’iyyah.dan beliau meninggalkan dunia ini tanpa meninggalkan harta sedikitpun.

“ Semoga allah subhanahu wata’ala merahmati beliau dan mengampuni segala dosa-dosannya serta membalas segala usaha pengorbananya di dalam mendakwahkan agama islam yang selamat ini dengan menempatkanya syurga yang mulia bersama orang-orang sholeh”.

Inilah biografi asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahab yang dapat penulis sampaikan.semoga dengan ini semua tuduhan-tuduhan keji dan fitnah-fitnah yang di ucapkan oleh musuh-musuh islam dan orang-orang munafiq yng menyusub ke dalm barisan kaum muslimin kepada asy syaikh Muhammad bin ‘abdil wahhab dapat terpatahkan dan terhapus.sesungguhnya allah subhanahu wata’ala akan menutup aib hambanya di dunaia dan akhirat selama hambanya mau berusaha menutub aib saudarannya sesama muslim.dan semoga allah memberikan hidayah kepada para pengikut hawa nafsu yang telah berbicara dusta dan kotor terhadap kehormatan  asy-syaikh Muhammad bin ‘abdil wahab.barokaullahufikum.

Penulis: Abu Ja’far Kholil bin Hadi.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *